Minggu, 26 Februari 2012

Dream first Married then

Entah kenapa tiba tiba saja pikiran ini muncul. Berteriak teriak untuk dikeluarkan.
Baiklah aku memutuskan untuk menulisnya.

Awalnya dari kabar yang belum lama aku dengar bahwa teman sekelasku
sudah menikah beberapa bulan lalu dan sekarang sedang hamil.
Kaget bercampur senang mendengarnya.

Tidak lama dari kabar itu, salah satu teman sekelasku yang lain juga mengabarkan akan menikah di bulan depan.

Sepertinya nikah diusia muda sedang tren saat ini.

Anehnya, keesokan harinya tiba tiba seorang teman dikantor bertanya " Meli, kamu mau nikah diusia berapa?"
Haha "masih lama!" aku menjawab santai.
"Targetnya kapan ?" tanyanya lagi
"25 mungkin"Jawabku.
"Hah ? itu mah ketuaan !"katanya.
"Nikah diusia muda itu seru lho! katanya menambahkan.
"hehe" Aku hanya nyegir kuda dan menghargai pendapatnya.

Terlepas dari rasa menikah muda itu enak atau tidak, aku tetap pada prinsipku.

Menikah...
Aku berfikir keras mencoba mendifinisikan kata itu.
Menurutku, pernikahan adalah sebuah persekutuan dimana 2 hati menjadi satu dan itu suci di hadapan Tuhan.
Aku hanya mampu mengartikannya dengan singkat, karna akupun belum paham benar soal itu.

Buat teman-temanku yang sudah memutuskan menikah di usia muda, aku salut dengan kalian. Itu berarti kalian sudah siap bertanggungjawab atas janji serta peran yang harus diemban diusia yang masih dibilang labil oleh orang banyak.

Sementara aku ...
Aku sedang merangkai impian untuk masa depanku terlebih dulu, membentuk pola pikir dan kedewasaan yang baik. Aku mau mengapai mimpiku dan mewujudkan semua obsesiku.
Yang harus aku lakukan sekarang just Pursue my dream. That's it ! Dream first married then..
Sekian.

Minggu, 26 Februari 2012
15.14 wib

Minggu, 12 Februari 2012


When we first met
I got so nervousI couldn't speakand the way you smile at meI never forget
February 12, 2012

Minggu, 18 Desember 2011

Senyum dan Tertawalah

Everytime you smile at someone, it is an action of love, a gift to that person, a beautiful thing. ~Mother Teresa

Hal kecil berdampak besar, arti senyum untukku.
Sebuah senyuman mampu mengancurkan seribu prasangka buruk.

Tersenyum itu mudah, hanya perlu sedetik untuk merubah bentuk bibir agar tersenyum.
Mudah sekali, karena tak membutuhkan satu sen pun untuk melakukannya.


Semua orang bisa tersenyum, kita semua punya bakat itu.
Namun, terkadang masalah menenggelamkan kita untuk lupa tersenyum.
Saat-saat seperti inilah harusnya kita ingat akan manfaat tersenyum.

Faktanya, beberapa penelitian membuktikan senyum itu baik untuk kesehatan. Jika seseorang sedang tersenyum, otaknya mengeluarkan serotin yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya ( Pacth Adam USA ). Jika seseorang tersenyum dalam kondisi tidak bahagia, maka otak tetap mengeluarkan zat-zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan sekaligus dapat meringankan kondisi psikologisnya.

Senyum membuat wajah lebih sedap dipandang.Always remember to be happy because you never know who's falling in love with your smile. ~Author Unknown

Terlebih lagi jika tertawa, manfaatnya akan berlipat ganda.
Joan Coggin MD, salah seorang peneliti USA mengatakan, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stress, setelah meninggikan sampai jumlah tertentu tekanan darah dan irama, tertawa langsung menurunkannya lagi sehingga sensor sensor perseptif meningkat dan menyebabkan seseorang sanggup menghadapi tugas dengan lebih baik.
Seven days without laughter makes one weak. ~Mort Walker

Senyum dan tertawa ga ada ruginya, malah justru membuat kita jauh lebih baik dan sehat.
Seberapa berat bebanmu, jangan lupa untuk senyum dan tertawa ya, tapi yang sesuai porsi. Jangan ketawa sendirian :D

Minggu, 18 Desember 2011
21.20 Wib

Sabtu, 17 Desember 2011

Miskin yang Ceria


Aku kembali tertarik untuk menjelaskan tentang buku yang sangat menginspirasi, menurutku.
Lagi-lagi temanya tentang kemiskinan, sama seperti tema book review yang sebelumnya pernah kutulis. Entah, mungkin memang karena tema itu sudah umum ditemui.
"Saga no Gabai Bachan"

Buku itu aku beli sudah cukup lama. Tepatnya Minggu, 19 Juni 2011.

Novel asal Jepang ini salah satu novel terbaik yang membuat penerbit Indonesia memilih untuk menterjemahkan dan menerbitkan dari segelintir novel Jepang lainnya.

Saga no Gabai Bachan mengangkat tema kemiskinan, kemiskinan dari sudut pandang yang berbeda dan unik.
Miskin yang Ceria, begitu kata nenek Osano.

Bemula saat Hiroshima dibom.
Kota dimana Yoshici tinggal, setelah ayanhya meninggal akibat peristiwa itu dengan terpaksa ibu Yoshici harus menitipkannya ke tempat Nenek Osano di kota Saga.

Namun siapa sangka di rumah nenek Osano yang reyot, Yoshici belajar tentang kesederhanaan dan kebahagian dalam kemiskinan.
Ada dua jalan buat orang miskin.
Miskin
muram dan miskin ceria.
Kita ini miskin yang ceria.


Itulah kata Nenek Osano pada Yoshici.
Nenek Osano adalah tokoh utama yang diceritakan dalam novel ini, pandangannya yang jujur dan polos mampu mengobrak abrik pemahaman kita tentang makna kemiskinan.

Kehidupan selalu dijalani dengan penuh tawa.
Dikisahkan nenek Osano selalu menyeret magnet yang diikatkan di pinggangnya setiap pergi ke pasar agar besi atau logam menempel di magnet tersebut dan dijual.

“Sungguh sayang kalau kita sekedar berjalan. Padahal kalau kita berjalan sambil menarik magnet, lihat, begini menguntungkannya” .

Begitulah nenek Osano dengan akal cerdasnya.
Dikisahkan juga bahwa nenek Osano selalu mengambil buah dan sayuran yang mengapung di sungai dekat rumahnya.

“Selain sungai jadi bersih, kita mendapatkan bahan bakar secara cuma-cuma. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui"
Masih banyak lagi cerita yang mengambarkan prinsip-prinsip nenek Osano yang keren dalan novel ini.
Berikut beberapa prinsip nenek Osano;

Hidup itu selalu menarik. daripada hanya pasrah, selalu coba cari jalan !

Kebaikan sejati dan tulus adalah kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang yang menerima kebaikan.

Pelit itu payah, hemat itu jenius !

Dari buku ini aku belajar untuk tetap menjalani kehidupan dengan rasa syukur dan ceria. Dua jempol untuk Saga no Gabai Bachan .
Tidak heran penjualannya mencapai 100.000 eksemplar di Jepang dalam kurung waktu kurang dari satu tahun
dan diadaptasi dalam bentuk film layar lebar, game maupun manga.
Sabtu, 17 Desember 2011
20.20 Wib

Sabtu, 10 Desember 2011

Hujan

"Suara guruh mengabarkan kedatanganku, pelangi di langit mengantar kepergianku"

Begitu petikan syair berjudul nyanyian hujan karya Kahlil Gibran yang seketika ku ingat saat hujan seperti sekarang ini.

Hujan..
Kau memang hanya salah satu bentuk presipitasi tapi kau mampu memberi ketenangan saat tetesan-tetesan pertama turun serta wangimu menyeruak.

Kau dan aku selalu punya cerita.

Ketika TK untuk pertama kalinya aku diizinkan bermain bersamamu sambil berlarian bersama teman-teman, berdiri tepat dekat pipa air di bawah genteng dengan polosnya seraya berharap banjir terjadi agar permainan lebih menarik. Masih kuingat jelas saat itu hanya singlet dan celana dalam yang kupakai sebagai anak kecil berusia 5 thn begitupun teman-temanku. Mereka adalah; sella, ita, popy dan nia. Kami begitu bahagia.
Sampai tiba saatnya tangan berkeriput menggigil kedinginan dan suara orangtua kami berteriak memanggil pulang, barulah kami berhenti bermain.

Karena hujan.

Saat SD kelas 5 , aku dan temanku Dita diminta seorang guru untuk membelikannya gado-gado ketika istirahat sehabis hujan. Jalanan banjir, selokan dan lubang-lubang di jalanpun tergenang air setinggi betis saat itu, meraba jalan dengan sangat hati-hati disetiap langkah berharap tidak jatuh tercebur ke selokan.

Tapi yang ku takutkan malah terjadi.
Aku Jatuh ke dalam selokan yang cukup dalam, tenggelam dengan seragam pramuka dan payung ungu yang kubawa.
Untunglah tanganku ditarik dan diangkat ke atas. Aku ditolong seorang ibu yang sedang lewat, sudah agak lupa wajahnya, tapi aku ingat tubuhnya gemuk, memakai kerudung dan berbaju merah.
Malu, banyak sekali yang melihat karna jalan itu memang selalu ramai.

Alhasil, aku pulang dalam keadaan basah kuyup untuk berganti pakaian dan Dita lah yang membeli gado-gado untuk guru kami.
Rumah dan sekolahku tidak begitu jauh, jalan kaki hanya 15 menit.
Aku pun kembali ke sekolah.

Hujan.
Aku tidak seperti banyak orang, yang ketika sakit menyebut namamu sebagai menyebabnya.
Kau justru memberi ketenangan dan mengingatkan aku akan kenangan-kenangan masa laluku.

Hujan kau inspirasiku ...


Sabtu, 10 Desember 2011
15.00

Minggu, 04 Desember 2011

Lets make it happen





Taman suropati
Sabtu, 03 Desember 2011

Kamis, 24 November 2011

Pernah


Pernahkah kau jatuh cinta ? jatuh cinta diam- diam ...
Melihat dari kejauhan, memperhatikan gerak-geriknya dan membuang wajah ketika tiba tiba ia melihatmu ?

Pernah ...

Diam-diam.
Menyukai seseorang tanpa kata
Berusaha menutupi perasaan di hati, menyembunyikan debar jantung yang bergitu kencang.

Bahkan untuk senyum padanyapun malu.
Malu kalau senyum itu tak terbalas, atau ia tak menghiraukannya.

Jatuh cinta sendirian, kasihan sekali.

Pernah..

26 November 2011
09.25

Dare to Dream


Menulis, selalu jadi satu-satunya aktivitas di malam hari. Ketika tubuh ini sudah mendarat indah di tempat tidur kecil kesayangan. Saat keheningan dan kesepian malam begitu menyengat, hanya suara jam yang terdengar menemaniku sekarang.
Waktu sebagian orang sudah terlelap tidur dan bahkan mimpi indah, macam orang yang insomnia kini aku malah sedang menerawang jauh memikirkan tentang masa depanku kelak.
"jadi apa aku 5 tahun mendatang ya?"kalimat itu yang pertama sampai di garis otakku.
"sudahkah aku diterima di perusahaan multinasional nanti?" atau "mungkin saat itu kau sedang study s2 di Prancis mel?"bisik hatiku yang langgsung ku amini.
Apa malah, aku hanya jadi gadis muda yang tidak berguna untuk keluarga dan bangsa? Amit-amit tok(3x)...
Aku takut ..
Takut kehilangan semua yang kumiliki dan takut tak pernah memiliki semua yang ku harap dapat capai.
Rasanya ingin sekali punya mesin waktu atau sekedar pinjam pintu doraemon 5 meniiiit saja untk menjawab smua pertanyaan itu. Namun untk apa, aku sadar itu cuma ada di film kartun masa kecil favoritku 'doraemon'.
Aku punya banyak mimpi dalam hidup yang cuma sekali ini.
'Senyum bangga' orang tuaku lah yang menjadi landasan kuat pendongkrak semangtku untuk meraih mimpi.

Mendaki satu demi satu anak tangga mengapai impian. Itu yang kini aku lakukan, tak peduli suatu saat aku akn terpeleset jatuh dan terlempar ke bawah. Seberapa sakit rasa itu, setidaknya pernah ku rasakn beberapa bulan lalu.
Saat aku tidak di terima di sekolah yang begitu aku impikan. Ditolak oleh banyak perusahaan untuk bekerja.
Gagal.. !
Ya, gagal.

Satu per satu, perlahan tapi pasti mereka menghampiriku tanpa pernah ku undang.
Aku benci kata yang cuma 5 hrf itu. Suatu hari nanti pasti akan ku ganti kata itu menjadi 'sukses'.

Aku percaya, semua orang dalam hidup inipun punya impian yang tinggi untuk masa depan mereka.
Mimpi memang tidak dapat mengubah dunia, tapi mimpi dapat menggerakkan manusia untuk mengubah dunia.
Setidaknya bgitu kalimat yang pernah kubaca dari seorang motivator.
Seberapa jauh mimpimu teman ?
Tetap bermimpilah
Jangan biarkan seorangpun membunuh impianmu. Maju terus, hadapi tantangan dan raih mimpi itu.
Tak ada yang perlu ditakutkan dalam hidup ini. Semua hanya perlu dipahami. - Marie Curie
11 Des 2010
00.16 wib


Sabtu, 05 November 2011

Syalalala Syubidubidu


Kubuka Microsoft Word ,
Kutulis ini hanya sekedar berbagi uneg- uneg agar dihati gak eneg semoga kalian gak ngambeg :D
Aku menulis karena suka.
aku benyanyi karna bahagia.

Syalalalalaa..
Bagi orang yang sedikit bicara seperti aku ini (oyyeee?). ada kalanya lebih mudah untuk menulis dibanding diungkapkan atau bercerita dgn org lain.
Menulis sekarang jd cinta matiku, bagai monyet nyasar ketemu pisang (pribahasa ngarang).
. Lebai ,pdhal baru kmrn sore suka nulis.huuueeh-___”(?)hehe
Syubidubidubidu..
Sebagian orang suka nulis karna hobi, ada juga yang udah jadi cita-cita sejak kecil atau aktivitas nulis hanya sekedar jadi tempat uneg-uneg semata. Tapi lebih dari itu ternyata memang menulis itu enak lho.
Yakin, semua orang pasti bisa nulis dengan kelebihan gaya bahasa masing masing, karna memang dari kecil kita udah akrab banget sama yang namaya huruf /tulisan.
Coba deh banyangin kalau di dunia ini gak ada yang namanya huruf, mugkin sekarang kita berkomunikasi lewat bahasa tubuh kali ya? Tapi ga tau jg sih. Yang jelas dari kecil ada yang namanya buku diary, nah itu tandanya banyk orang suka nulis, meski sifatnya pribadi.
Dengan nulis semua perasaan dihati terwakilkan. Bagiku, menulis sama halnya ketika saat benyanyi, ada rasa gembira dan lega setelah melakukannya.
Rasa itu membuatku ingin jadi menulis walaupun hanya untuk diri sendiri.
Syalalalala Syubidubidbidu…
16 Januari 2011

Bahagia = Bersyukur

Lagi iseng , sore itu aku kasih pertanyaan sederhana ke temen-temen "Hal apa yang paling bikin kalian bahagia?" jawabannya beragam.
Ada yg bilang "kalau bisa bikin org senyum",
"saat bisa bahagiain ortu dan adik2" ,
ada juga yang jwb "kalau pny buanyakk duit dan kumpul bareng temen-temen" , terus
bahagia kalau "bisa jadi pengaruh buat orang lain" dan
ada juga yang bahagia saat bisa "kenal Tuhan" wow, good answer.

Ukuran kebahagiaan satu dengan yang lain memang berbeda-beda.
Ada yang mengukur pake harta, kasih sayang, keharmonisan, popularitas, dll.

Semuanya sah sah saja. Tapi, mungkin kita pernah merasa tidak bahagia itu krna kita selalu bnyak kemauan.

Menurutku, kebahagiaan bukan sekedar mengejar mimpi.
Bahagia atau tidak juga bukan ditentukan sama apa yang kita punya atau kita dapat, tetapi sikap hatilah yang menentukannya.

Selama kita bisa hidup dengan bersyukur disitulah kebahagiaan yang sejati Tuhan kasih.

Apakah kalian masih ada yang merasa kurang bahagia ?
Mari kita sama-sama belajar untuk lebih mengucap syukur
buat hidup ini karna Bahagia=Bersyukur.

29 Nov 2010
17.58 wib

My Little World Copyright © 2009
Scrapbook Mania theme designed by Simply WP and Free Bingo
Converted by Blogger Template Template